Blog

  • Cegah Karhutla, Mahasiswa STIK Polri Bersama Polsek Selat Padamkan Sisa Api dan Edukasi Warga

    Cegah Karhutla, Mahasiswa STIK Polri Bersama Polsek Selat Padamkan Sisa Api dan Edukasi Warga

    Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat ditunjukkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Kapuas, Minggu (30/8/2026).

    Tak hanya memberikan edukasi, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama Polsek Selat juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek sekaligus melakukan pemadaman sisa api di lokasi kebakaran lahan di Jalan Handel Selamat RT 21, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.

    Pengecekan lokasi dilakukan sekitar pukul 09.03 WIB. Saat tiba di lokasi, petugas dan mahasiswa STIK mendapati masih terdapat sisa api yang mulai kembali menyala. Api diduga berasal dari sisa kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam akibat sulitnya mendapatkan sumber air serta kondisi lokasi yang tidak mudah dijangkau peralatan pemadam kebakaran.

    Dengan didampingi Kapolsek Selat AKP Tadik, S.H., M.M., mahasiswa STIK bersama personel kemudian bergerak melakukan pemadaman secara langsung untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali meluas.

    Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan tindakan bersama di lapangan.

    Usai melakukan pengecekan dan pemadaman, kegiatan pengabdian masyarakat dilanjutkan di Aula Kecamatan Bataguh sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan dihadiri Kapolsek Selat, Camat Bataguh, Sekcam Bataguh, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, perwakilan Danramil Kota, personel Polsubsektor Bataguh, serta masyarakat dan relawan Kecamatan Bataguh.

    Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulangi Karhutla, khususnya di tengah kondisi kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri tidak hanya hadir sebagai bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat dengan terjun langsung membantu pemadaman sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

    Kapolsek Selat AKP Tadik, S.H., M.M., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari aparat, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat.

    “Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah api agar tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

    Dengan sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Kapuas dapat semakin kuat, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

  • Perkuat Kebersamaan, Kapolda Kalteng Motivasi Satgas Karhutla Lewat Makan Siang Bersama

    Perkuat Kebersamaan, Kapolda Kalteng Motivasi Satgas Karhutla Lewat Makan Siang Bersama

    Palangka Raya – Di tengah kesibukan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyempatkan diri makan siang bersama personel Satgas Karhutla, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan sederhana ini dilakukan usai Kapolda memantau langsung titik api di kawasan Karhutla Jl. Mahir Mahar Kota Palangka Raya, dengan duduk lesehan bersama personel Satgas Karhutla.

    Suasana keakraban langsung terasa di antara para personel yang sejak pagi bertugas memadamkan api.

    “Kegiatan seperti ini penting. Kita makan bersama, bercerita bersama. Tujuannya untuk menumbuhkan kebersamaan, saling menguatkan, dan menjaga motivasi personel di lapangan,” ujar Kapolda Kalteng.

    Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mendengarkan langsung kendala dan masukan dari personel di lapangan terkait sarana, logistik, hingga kondisi kesehatan akibat asap.

    Irjen Iwan menegaskan bahwa pimpinan akan terus mendukung kebutuhan Satgas agar operasi pemadaman dapat berjalan maksimal.

    “Rekan-rekan semua adalah garda terdepan. Kelelahan fisik pasti ada, tapi semangat harus tetap dijaga. Negara dan masyarakat menunggu kerja keras kita. Pantang pulang sebelum padam,” tegasnya sambil menyemangati personel.

    Aksi makan siang bersama ini mendapat apresiasi dari anggota Satgas. Mereka mengaku lebih termotivasi dan merasa dekat dengan pimpinan setelah bisa berinteraksi langsung di luar struktur komando.

    Kapolda Kalteng berharap kebersamaan seperti ini dapat terus dijaga hingga Karhutla di Kalimantan Tengah benar-benar tertangani dan tidak berdampak luas ke masyarakat.

  • Polsek Bulik Bersama Manggala Agni Padamkan Karhutla di Desa Kujan

    Polsek Bulik Bersama Manggala Agni Padamkan Karhutla di Desa Kujan

    Lamandau – Personel Polsek Bulik bersama tim gabungan Manggala Agni Kabupaten Lamandau bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Sabtu (29/08/2026).

    Tindakan tersebut dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya titik asap di kawasan lahan kering. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Bulik bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan pemadam dan perlengkapan pendukung lainnya.

    Kapolsek Bulik AKP Karno, S.H. menyampaikan bahwa sinergitas antarinstansi sangat diperlukan dalam penanganan Karhutla, khususnya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah sekitar.

    “Petugas di lapangan berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik api. Kondisi vegetasi yang kering serta angin menjadi tantangan dalam proses pemadaman,” ujar Kapolsek.

    Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara bersama-sama, titik api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lainnya. Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap dalam keadaan aman.

    Polsek Bulik kembali mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Kujan, agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

    Polsek Bulik bersama unsur terkait akan terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan sebagai langkah pencegahan Karhutla, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. (Hms)

  • Kasat Binmas Polres Lamandau Pimpin Upacara Penutupan Diksar Saka Bhayangkara Angkatan ke-19

    Kasat Binmas Polres Lamandau Pimpin Upacara Penutupan Diksar Saka Bhayangkara Angkatan ke-19

    Lamandau – Kasat Binmas Polres Lamandau AKP Edy Jaka Purwanto memimpin upacara penutupan Pendidikan Dasar (Diksar) Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Lamandau, Minggu (30/08/2026).

    Upacara tersebut menjadi rangkaian akhir dari pelaksanaan Diksar Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 yang diikuti para peserta sebagai bagian dari pembinaan generasi muda untuk meningkatkan kedisiplinan, keterampilan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Dalam amanatnya, AKP Edy Jaka Purwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan penuh semangat dan disiplin. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Diksar diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Kasat Binmas juga berpesan agar anggota Saka Bhayangkara menjadi generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, taat terhadap aturan, serta mampu memberikan contoh positif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

    Ia juga mendorong para peserta untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kemampuan, serta turut berperan dalam kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

    Upacara penutupan berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat. Dengan berakhirnya kegiatan Diksar tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi generasi muda yang disiplin, mandiri, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu berperan aktif dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Lamandau. (Hms)

  • Dipimpin Ipda Yeheskiel, Tim 4 Siaga Karhutla 2026 Padamkan Api di Jalan Tjilik Riwut Km 50

    Dipimpin Ipda Yeheskiel, Tim 4 Siaga Karhutla 2026 Padamkan Api di Jalan Tjilik Riwut Km 50

    Palangka Raya – Personel Tim 4 Siaga Karhutla 2026 melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 50, Kota Palangka Raya. Kegiatan pemadaman dipimpin langsung oleh Ipda Yeheskiel, dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung pemadaman di lokasi.

    Setibanya di lokasi, personel segera melakukan pemadaman pada titik api yang masih menyala serta menyisir area sekitar untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali membesar. Dengan menggunakan peralatan pemadam dan selang air, personel melakukan penyemprotan secara menyeluruh ke area lahan yang terbakar.

    Kondisi lahan yang kering serta adanya semak belukar dan material mudah terbakar membuat api berpotensi cepat menjalar. Oleh karena itu, personel melakukan pemadaman secara bertahap dan tetap memperhatikan arah angin serta kondisi medan di sekitar lokasi.

    Ipda Yeheskiel selaku pimpinan tim menegaskan bahwa personel akan terus melakukan penanganan hingga titik api benar-benar padam. Selain pemadaman, personel juga melakukan pendinginan pada lahan yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan personel dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Kehadiran Tim 4 Siaga Karhutla 2026 diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

  • Bersinergi Padamkan Karhutla, Batalyon C Pelopor dan BPBD Bergerak di Bahitom

    Bersinergi Padamkan Karhutla, Batalyon C Pelopor dan BPBD Bergerak di Bahitom

    Murung Raya – Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalteng bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Jl. Soekarno-Hatta Km. 40, Desa Bahitom, Kabupaten Murung Raya, Minggu (30/8/2026).

    Setibanya di lokasi, personel bersama tim BPBD langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya. Kondisi lahan dan cuaca menjadi perhatian personel selama proses pemadaman, sehingga penanganan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kehati-hatian.

    Sinergi antara Satbrimob Polda Kalteng dan BPBD menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Murung Raya. Personel terus berjibaku di lapangan hingga titik-titik api dapat dikendalikan.

    Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol. Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Satbrimob Polda Kalteng akan terus hadir dan bergerak bersama unsur terkait dalam menghadapi Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

    “Kami terus mengerahkan personel untuk membantu penanganan Karhutla bersama BPBD dan seluruh unsur terkait. Keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama, namun kami akan berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Tetap semangat dan solid dalam menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup kering.

    Satbrimob Polda Kalteng berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan Karhutla secara terpadu, dengan harapan kebakaran dapat segera berlalu, udara kembali bersih, dan langit Kalimantan Tengah kembali biru.

  • MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI DALAM SATGAS EDUKASI KARHUTLA BANTU POLRES KOBAR PADAMKAN API DI MENDAWAI SEBERANG

    MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI DALAM SATGAS EDUKASI KARHUTLA BANTU POLRES KOBAR PADAMKAN API DI MENDAWAI SEBERANG

    Tim Satgas Edukasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri turut membantu Polres Kotawaringin Barat memadamkan api di wilayah Mendawai Seberang

    Aksi pemadaman ini dilakukan setelah sebelumnya tim menerima arahan langsung dari Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M. untuk tidak hanya melakukan edukasi, namun juga turun langsung ke lapangan saat terjadi kebakaran.

    Dengan menggunakan peralatan seadanya dan berkoordinasi bersama personel Polres Kobar, TNI, BPBD, MPA dan masyarakat, tim bahu membahu melakukan pemadaman di titik-titik api yang muncul di kawasan lahan gambut Mendawai Seberang.

    Kapolres Kobar melalui Kabag Ops menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa STIK. Selain memberikan edukasi, mereka juga menunjukkan pengabdian nyata dengan ikut turun padamkan api bersama kami. Ini bentuk sinergitas Polri dengan generasi muda,” ujarnya.

    Selain pemadaman, tim Satgas Edukasi juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar tentang bahaya Karhutla dan dampak pembakaran lahan terhadap kesehatan serta lingkungan.

    Hingga pukul 16.30 WIB api berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi saat ini sudah aman dan dalam tahap pendinginan.

    Polres Kobar mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api.

  • Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Katingan – Polres Katingan bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri melaksanakan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di Gg. Suriyadi, Jalan DI. Panjaitan, Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Sabtu (29/8/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama personel Polres Katingan dan Polsek Katingan Hilir memberikan pemahaman mengenai pengertian dan penyebab Karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, sosial, dan perekonomian masyarakat. Warga juga diingatkan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan dari berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran.

    Selain itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla serta peran aktif warga dalam mendeteksi dan melaporkan keberadaan titik api maupun kejadian kebakaran melalui layanan Kepolisian 110. Koordinasi antara masyarakat, aparat kepolisian, pemerintah desa atau kelurahan, serta instansi terkait juga ditekankan sebagai bagian penting dalam upaya penanganan Karhutla.

    Polres Katingan berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di tengah potensi Karhutla. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (hum)

  • Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Tidak hanya melalui patroli dan penanganan di lapangan, langkah pencegahan juga diperkuat dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

    Hal tersebut terlihat di sela-sela kegiatan Sholat Istisqa dan Doa Bersama masyarakat Kabupaten Kapuas, Minggu (30/8/2026). Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah hukum Polres Kapuas turut mengambil kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan Karhutla.

    Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, para mahasiswa STIK mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

    Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

    Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA. mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa STIK merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    “Pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak sampai terjadi. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut,” ujar Kapolres Kapuas.

    Menurutnya, momentum Sholat Istisqa dan Doa Bersama juga memiliki makna yang mendalam. Selain memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk semakin peduli terhadap alam dan menjaga lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan.

    “Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hujan dan kondisi yang lebih baik. Namun, ikhtiar juga harus terus dilakukan. Mari kita jaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tambahnya.

    Kapolres berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas masyarakat lainnya sehingga terbentuk kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla.

    “Mari kita jadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama. Karena menjaga hutan dan lahan berarti menjaga kehidupan, kesehatan, serta masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, serta menciptakan wilayah Kabupaten Kapuas yang aman dari ancaman Karhutla.

  • Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Puruk Cahu – Kapolres Murung Raya (Mura) AKBP Agung Gima Sunarya, S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Mura AKP Vani Badra Sadewa, S.I.K. memberikan arahan kepada Tim Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BKO Lemdiklat Polri di Kabupaten Murung Raya, Sabtu (29/8/2026) siang.
    Satgas Edukasi yang ditugaskan ke wilayah Kabupaten Murung Raya tersebut berjumlah 3 orang, SIP Lemdiklat Polri, Kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah Polri dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui penyuluhan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mura AKBP Gima menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas Edukasi di Kabupaten Murung Raya. Menurutnya, kehadiran para siswa SIP tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
    “Satgas Edukasi diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Murung Raya, baik melalui tenaga maupun pemikiran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kapolres.
    Kapolres juga menekankan pentingnya mengedepankan langkah preventif dan edukatif dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
    Para personel Satgas Edukasi nantinya akan bersinergi dengan jajaran Polres Mura dan personel kewilayahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.
    Materi edukasi akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, bahaya pembakaran lahan, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
    Kehadiran Satgas Edukasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencegah Karhutla sejak dini.
    Polres Mura berkomitmen terus memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui sinergi, edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat demi menjaga lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Murung Raya yang aman dan bebas dari dampak Karhutla. (hms)