Penulis: Admin

  • Polsek Katingan Tengah Imbau Masyarakat Tolak dan Laporkan Aksi Premanisme Berkedok Ormas

    Polsek Katingan Tengah Imbau Masyarakat Tolak dan Laporkan Aksi Premanisme Berkedok Ormas

    Polda Kalteng – Polres Katingan- Personel Polsek Katingan Tengah, mengimbau Masyarakat Kecamatan Katingan Tengah untuk menolak dan segera melaporkan jika menemukan tindakan premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (Ormas). Diterangkan Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H.,S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Katingan Tengah IPTU TRIONEDI SISWANTO, S.E., M.M. belakangan ini marak beredar laporan dan informasi mengenai aksi premanisme yang mengatasnamakan Ormas. “Banyak beredar informasi mengenai tindak premanisme berkedok Ormas”, ujar Kapolsek, Sabtu (5/9/2026) pagi.

    Oleh karena itu, Pihaknya menyatakan bahwa para pelaku premanisme akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Kapolsek menegaskan, kepolisian tidak akan mentoleransi tindakan premanisme dalam bentuk apa pun. “Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghentikan aksi-aksi premanisme dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan tindakan premanisme di lingkungan sekitar”, pungkasnya.

  • Bhabinkamtibmas Polsek Mendawai cek lokasi pemanfaatan pekarangan rumah warga binaan.

    Bhabinkamtibmas Polsek Mendawai cek lokasi pemanfaatan pekarangan rumah warga binaan.

    Polres Katingan- Dalam upaya untuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, jajaran Bhabinkamtibmas Desa Mekar Tani Polsek Mendawai Brigpol Bimo Restu Pebrianto terus mengintensifkan kunjungan ke warga binaan di berbagai wilayah. Sabtu (05/09/26) siang, Petugas Bhabinkamtibmas mensosialisasikan dari program ketahanan pangan ini adalah untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan di masyarakat, dengan menyediakan ketersediaan pangan yang cukup dari berbagai sumber termasuk tanaman, ternak, dan ikan.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.,S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Mendawai, Ipda Sudirman, S.sos menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya nyata dari Polsek Mendawai untuk turut serta menjaga kedaulatan pangan di tingkat lokal. “Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan untuk mendukung ketersediaan pangan, sekaligus meningkatkan perekonomian mereka,” ujarnya.

    Langkah ini diharapkan dapat membantu warga dalam memaksimalkan potensi sumber daya yang ada serta mendukung tercapainya ketahanan pangan yang merata di seluruh wilayah.

  • Upaya Pencegahan Karhutla, Bhabinkamtibmas Rutin Himbau Masyarakat tentang Bahaya Karhutla

    Upaya Pencegahan Karhutla, Bhabinkamtibmas Rutin Himbau Masyarakat tentang Bahaya Karhutla

    Polsek Mendawai – Polres Katingan – Polda Kalteng

    Kebakaran hutan dan lahan selalu mengintai kita setiap saat, apabila beberapa waktu tidak terdapat hujan, kita harus meningkatkan kewaspadaan. Pada beberapa tahun belakangan dengan tidak panjangnya musim kemarau, kita aman dari karhutla. Selain tidak adanya kemarau panjang, Polsek Mendawai, jajaran Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah telah melakukan upaya dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Sabtu (05/09/2026) Pagi.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.,S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Mendawai Ipda Sudirman,S.Sos membenarkan bahwa pihaknya memang rutin melakukan Sosialisasi tentang Karhutla kepada masyarakat baik melalui kegiatan sambang, pemasangan spanduk, penyebaran/pemasangan maklumat Kapolda Kalteng, pemetaan daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personil Polsek Mendawai dengan sasaran masyarakat yang ada di Kec. Mendawai, Kab. Katingan, Prov. Kalimantan Tengah.

    Kami mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat memahami dan dapat bekerja sama untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang dapat berdampak terjadinya bencana kabut asap.

    “Kami langsung menyambangi masyarakat yang ada di desa tersebut dengan tujuan untuk memberikan pemahaman secara humanis atau edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dikarenakan aktivitas tersebut dapat dikenakan sanksi hukum bagi para pelaku pembakaran serta dapat menimbulkan bencana kabut asap dan dampak terhadap kesehatan,” tutupnya.

  • Dengan Semangat Huma Betang, Polda Kalteng Rangkul Semua Elemen Basmi Karhutla di Bumi Tambun Bungai

    Dengan Semangat Huma Betang, Polda Kalteng Rangkul Semua Elemen Basmi Karhutla di Bumi Tambun Bungai

    Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu padu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Tambun Bungai.

    Hal itu disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. usai memimpin apel Operasi Aman Nusa II bersama personel Satgas Karhutla dan 100 orang perwakilan komunitas di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Sabtu (5/9/2026).

    Kapolda menjelaskan, kegiatan ini sengaja digelar untuk membangun semangat kebersamaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor, tidak hanya di tingkat kelurahan, tetapi juga hingga tingkat provinsi.

    “Hari ini kita laksanakan apel bersama untuk lebih memberikan semangat sekaligus mempermudah koordinasi,” ujar Kapolda.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengumumkan pembentukan Forum Kebangsaan Huma Betang. Forum ini beranggotakan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat di Kalimantan Tengah yang tergabung dalam satu wadah.

    “Dan saya sudah membentuk namanya Forum Kebangsaan Huma Betang, di mana forum itu terdiri dari berbagai komunitas masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat semua, dan tergabung jadi satu,” jelasnya.

    Kapolda menuturkan, tugas utama forum ini saat ini adalah membantu Satgas Karhutla yang telah dibentuk. Bentuk bantuannya meliputi edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, ikut serta dalam pemadaman, pendinginan dan pembasahan, hingga membantu penyiapan logistik.

    “Mereka tugasnya saat ini menghadapi situasi karhutla bisa membantu para kepolisian, satgas yang sudah dibentuk. Membantu baik itu untuk edukasi kepada masyarakat supaya jangan sampai ada yang membakar, ikut serta pemadaman, ikut serta pendinginan pembasahan, ikut serta mungkin menyiapkan logistik,” tegasnya.

    Menurut Kapolda, semangat gotong royong dalam forum ini sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Tengah.

    “Karena memang di Kalimantan Tengah ini kita memiliki satu falsafah itu Huma Betang. Jadi kebersamaan, keharmonisan, gotong royong, persatuan, dan bagaimana juga menunjukkan kecintaan tanah di Kalimantan Tengah ini merupakan bagian dari kehidupan kita semua di sini,” pungkas Irjen Iwan.

    “Dengan terbentuknya Forum Kebangsaan Huma Betang, Polda Kalteng optimis upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Bumi Tambun Bungai akan semakin masif dan efektif,” tutup Kapolda. (adji/supri)

  • Personel KP XVIII-1010 Ditpolairud Polda Kalteng Hadirkan Semangat Literasi melalui Kegiatan Pondok Baca Bersama Anak-Anak Pesisir

    Personel KP XVIII-1010 Ditpolairud Polda Kalteng Hadirkan Semangat Literasi melalui Kegiatan Pondok Baca Bersama Anak-Anak Pesisir

    Pendulangan – Dalam rangka meningkatkan minat baca dan menumbuhkan semangat belajar sejak usia dini, Personel Kapal Polisi XVIII–1010 Ditpolairud Polda Kalteng melaksanakan kegiatan Polmas Perairan melalui Pondok Baca bersama anak-anak di wilayah perairan DAS Arut Pendulangan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (5/9/2026)

    Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengajak anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang melalui kegiatan membaca buku secara bersama-sama. Personel Ditpolairud Polda Kalteng turut mendampingi serta memberikan arahan kepada anak-anak dalam memilih dan memahami bahan bacaan yang tersedia di Pondok Baca.

    Melalui kegiatan ini, personel tidak hanya mendorong anak-anak untuk gemar membaca, tetapi juga memberikan motivasi agar mereka memiliki semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah anak-anak diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dengan masyarakat pesisir.

    Selain itu, kegiatan Pondok Baca menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah perairan dan permukiman pesisir. Dengan tersedianya ruang serta bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan bersama, diharapkan dapat membantu menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak.

    Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Polmas Perairan tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap pendidikan dan perkembangan generasi muda di wilayah perairan.

    “Melalui kegiatan Pondok Baca ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan wawasan serta memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya. Generasi muda yang memiliki pengetahuan dan pendidikan yang baik merupakan bagian penting dalam mewujudkan masa depan bangsa,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, personel KP XVIII-1010 juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kegiatan positif bagi anak-anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar dan perkembangan mereka. Kehadiran Pondok Baca diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang bermanfaat sekaligus sarana membangun kedekatan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat pesisir.

    Melalui kegiatan tersebut, Ditpolairud Polda Kalteng berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda melalui kegiatan edukatif, positif, dan bermanfaat. (Irg)

  • Cegah Api Meluas, Tim Bravo 3 Karhutla Lakukan Pemadaman di Jalan Manduhara

    Cegah Api Meluas, Tim Bravo 3 Karhutla Lakukan Pemadaman di Jalan Manduhara

    Palangka Raya – Personel Tim Bravo 3 Satgas Karhutla 2026 Satbrimob Polda Kalimantan Tengah melaksanakan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Manduhara, Kota Palangka Raya, Sabtu (05/09/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Agus Cahyono. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih menyala. Dengan menggunakan peralatan pemadaman, personel berupaya mengendalikan api agar tidak merambat dan meluas ke area lainnya.

    Setelah api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan kegiatan dengan melakukan pendinginan atau pembasahan pada area yang telah terbakar. Penyemprotan air dilakukan secara menyeluruh pada permukaan tanah, semak belukar, serta sisa material yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara api.

    Selama kegiatan berlangsung, personel juga melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api baru maupun bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

    Kegiatan pemadaman dan pendinginan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Satbrimob Polda Kalteng dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Personel akan terus berupaya memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian Karhutla guna mencegah api meluas dan mengurangi dampak terhadap lingkungan serta masyarakat.

  • Respons Cepat Karhutla, Tim Bravo 6 Lakukan Pemadaman di Jalan Dulin Kandang

    Respons Cepat Karhutla, Tim Bravo 6 Lakukan Pemadaman di Jalan Dulin Kandang

    Palangka Raya – Tim Bravo 6 Satgas Karhutla 2026 yang dipimpin oleh Ipda Tang Laksono melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Dulin Kandang, tepatnya di belakang pabrik tahu, Kota Palangka Raya, Sabtu (05/09/2026).

    Setibanya di lokasi, personel segera melakukan pemadaman terhadap titik api yang ditemukan di area lahan. Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, personel berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat dan meluas ke area di sekitarnya.

    Setelah api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan dengan melakukan pembasahan pada lahan yang terbakar. Pembasahan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara api yang masih tersisa dapat dipadamkan serta mencegah munculnya kembali titik api.

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Satgas Karhutla 2026 dalam merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya. Upaya pemadaman dilakukan secara cepat guna meminimalkan dampak Karhutla serta mencegah api meluas ke area lainnya.

    Tim Bravo 6 juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

  • Pantang Pulang Sebelum Padam, Personel Ditsamapta Polda Kalteng Intensifkan Pemadaman Karhutla

    Pantang Pulang Sebelum Padam, Personel Ditsamapta Polda Kalteng Intensifkan Pemadaman Karhutla

    PALANGKA RAYA – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diintensifkan jajaran Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah. Dengan mengedepankan kesiapsiagaan dan semangat pengabdian, personel Ditsamapta turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna mencegah api kembali muncul, Jumat (4/9/2026).

    Dengan kondisi medan yang tidak mudah serta cuaca yang cukup terik, personel tetap bergerak menyisir area terdampak. Penyiraman dilakukan secara berulang pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun bara, khususnya pada lahan yang memiliki potensi api kembali menyala.

    Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Kalteng dalam merespons cepat setiap kejadian karhutla sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak yang ditimbulkan, terutama ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

    Dirsamapta Polda Kalteng Kombespol Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K., M.M., mewakili Kapolda Kalteng Irjenpol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa personel Ditsamapta akan terus dikerahkan secara maksimal dalam penanganan karhutla.

    “Pantang pulang sebelum api benar-benar padam. Personel di lapangan terus melakukan pemadaman dan pendinginan secara maksimal. Kami tidak hanya berupaya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam agar tidak kembali menyala,” tegas Viddy.

    Dalam pelaksanaannya, personel juga melakukan penyisiran terhadap kawasan sekitar lokasi kebakaran untuk mengantisipasi adanya titik api baru. Pendinginan dilakukan secara intensif sebagai langkah pencegahan agar api tidak kembali membesar maupun merambat ke area lainnya.

    Penanganan karhutla juga dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi bersama instansi terkait, TNI, BPBD, relawan, serta unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali.

    “Semangat anggota di lapangan harus terus dijaga. Medan boleh sulit, cuaca boleh panas, tetapi tugas dan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Kami akan terus hadir dan bergerak selama masih ditemukan potensi karhutla,” tambahnya.

    Ditsamapta Polda Kalteng juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

    “Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Sekecil apa pun titik api yang ditemukan, segera laporkan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” pungkasnya. (Pids/)

  • Kapolda Kalteng Ajak Forum Kebangsaan Huma Betang Bersatu Hadapi Karhutla dan Kabut Asap

    Kapolda Kalteng Ajak Forum Kebangsaan Huma Betang Bersatu Hadapi Karhutla dan Kabut Asap

    PALANGKA RAYA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengajak Forum Kebangsaan Huma Betang yang terdiri dari organisasi masyarakat (Ormas) dan paguyuban untuk mengambil bagian aktif dalam menghadapi bencana Karhutla.
    Arahan tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., dalam kegiatan bersama jajaran Polda Kalteng dan Forum Kebangsaan “Huma Betang:, Sabtu (5/9/2026), di Palangka Raya.

    Kapolda menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani hanya oleh aparat pemerintah. Dibutuhkan kekuatan bersama, termasuk Ormas, paguyuban, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
    Pengalaman Panjang Menghadapi Karhutla
    Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa Kalteng memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana Karhutla dan kabut asap. Sejumlah kejadian besar pernah terjadi pada 2015, 2016, 2019 hingga 2023, yang memberikan pelajaran penting mengenai perlunya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor.
    Menurut Kapolda, situasi Karhutla saat ini juga tidak terlepas dari kondisi cuaca dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
    Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan telah dilakukan sejak awal tahun. BPBD bersama berbagai unsur terkait juga telah bekerja melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan.
    Selain pemadaman, strategi yang dilakukan mencakup patroli darat, patroli udara dan patroli perairan, termasuk penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pencegahan di tingkat masyarakat.
    Kapolda menyebutkan bahwa terdapat indikasi penurunan kejadian dibandingkan kondisi pada periode tertentu sebelumnya, namun kewaspadaan tidak boleh diturunkan.

    Siang Malam Padamkan Api

    Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja keras menangani Karhutla.

    Menurutnya, personel di lapangan telah bekerja siang dan malam untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

    Polda Kalteng bersama stakeholder terkait juga terus melakukan langkah pencegahan. Bahkan, terhadap pihak-pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran, aparat telah melakukan tindakan hukum.
    Kapolda menyampaikan bahwa sudah ada beberapa pihak yang berhasil diamankan terkait dugaan pelanggaran dalam Karhutla.

    Langkah tersebut menjadi pesan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penegakan hukum.

    Kapolda: Silakan Ormas Berpartisipasi

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolda membuka ruang seluas-luasnya bagi Ormas dan paguyuban untuk berpartisipasi dalam penanganan Karhutla.

    Forum Kebangsaan yang terdiri dari Ormas dan paguyuban dinilai
    memiliki kekuatan sosial yang besar karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    Kapolda juga menyampaikan adanya surat dari Dewan Adat Dayak (DAD) yang memberikan kewenangan kepada Kapolda untuk menggerakkan kekuatan Ormas Dayak dalam mendukung penanganan Karhutla.

    Kolaborasi tersebut dapat melibatkan unsur Brimob, Samapta dan seluruh bidang di lingkungan Polda Kalteng, sesuai kebutuhan dan tugas masing-masing.
    Artinya, penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tugas satu direktorat atau satu satuan kerja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat.

    Kondusivitas Kamtibmas tetap Menjadi Prioritas

    Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah kondisi Karhutla dan kabut asap.

    Polda Kalteng telah mendapatkan penghargaan dari Presiden sebagai bentuk apresiasi tertinggi saat HUT Bhayangkara. Penghargaan Nugraha Sakanti yaitu Penghargaan dari negara atas jasa, dedikasi, serta kontribusi nyata satuan kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

    Penghargaan tersebut, menurut Kapolda, harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk mempertahankan situasi Kalteng tetap aman dan kondusif.
    Karhutla, lanjutnya, tidak boleh menjadi persoalan yang justru memicu gangguan Kamtibmas.

    Karena itu, keterlibatan Ormas dan paguyuban diharapkan bukan hanya dalam aspek pemadaman, tetapi juga membantu edukasi masyarakat, pencegahan, penyebaran informasi yang benar serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

    Forum Kebangsaan Menjadi Kekuatan Sosial
    Kehadiran Ormas dan paguyuban dalam Forum Kebangsaan Huma Betang menjadi modal sosial yang penting bagi Kalteng.

    Dengan jaringan yang tersebar di tengah masyarakat, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi Karhutla sejak dini.

    Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat adat, Ormas dan paguyuban diharapkan mampu mempercepat respons ketika titik api ditemukan.

    Arahan Kapolda tersebut sekaligus menegaskan bahwa menghadapi Karhutla tidak cukup hanya dengan mengandalkan armada pemadam dan personel di lapangan.

    Kekuatan utama berada pada kemampuan semua elemen untuk bergerak bersama sebelum api membesar.

    Di tengah ancaman Karhutla dan kabut asap yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, pesan yang disampaikan Kapolda menjadi penting: pencegahan harus dilakukan bersama, pemadaman harus dilakukan bersama, dan menjaga Kamtibmas juga harus dilakukan bersama.
    Potret Indonesia Terkini.Id – Aktual, Terpercaya.

  • Personel Polda Kalteng Uji Coba Cairan Pemadam Shabodama Asal Jepang, Optimalkan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut

    Personel Polda Kalteng Uji Coba Cairan Pemadam Shabodama Asal Jepang, Optimalkan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut

    Palangka Raya – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah rawan gambut terus mengalirkan inovasi baru.

    Kali ini inovasi berupa hasil riset dan uji lapangan dari AKBP Dr. Edia Sutaata, S.H., M.H. personel Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait penggunaan cairan khusus pemadam api yang dikembangkan oleh perusahaan Shabodama Jepang.

    AKBP Dr. Edia Sutaata S.H., M.H. yang kesehariannya berdinas sebagai Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kalteng itu, melakukan riset dan uji lapangan cairan pemadam yang berasal dari Jepang dan terbukti efektif memadamkan api di lahan gambut. Pengujian ini dilakukan bersama CIMTROP Universitas Palangka Raya.

    Edia menyampaikan bahwa Inovasi ini terbukti sangat efektif untuk menjinakkan api, khususnya di medan berat seperti lahan gambut dan tanah mineral. Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng.

    “Berdasarkan uji coba lapangan dan riset akademik yang telah ditempuh sejak tahun 2019, cairan ini memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan metode konvensional,” kata AKBP Dr. Edia Sutaata S.H., M.H. bersama tim peneliti lingkungan saat melakukan peninjauan di lokasi lahan pasca-terbakar, Rabu (2/9/2026).

    Dirinya memaparkan bahwa Keunggulan dari formula ini adalah ramah lingkungan, cepat meresap, dan hemat air di musim kemarau.

    “Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di lahan gambut. 2.000 liter air bersih dicampur dengan 2 liter cairan Sabundama sudah mampu menghasilkan daya padam yang masif dan cepat,” beber Edia.

    Edia menambahakan bahwa penerapan cairan ramah lingkungan ini bukan hal baru. Sejak tahun 2015 hingga kini, riset dan implementasi lapangan telah masif dilakukan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Pulang Pisau pada saat AKBP Dr Edia menjabat Waka Polres Pulpis, Kota Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun.

    “Efektivitas metode ini bahkan telah dikirim dan diuji coba untuk penanggulangan karhutla di Provinsi Riau,” tutupnya.