Kategori: Uncategorized

  • Kapolda Kalteng Ajak Forum Kebangsaan Huma Betang Bersatu Hadapi Karhutla dan Kabut Asap

    Kapolda Kalteng Ajak Forum Kebangsaan Huma Betang Bersatu Hadapi Karhutla dan Kabut Asap

    PALANGKA RAYA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengajak Forum Kebangsaan Huma Betang yang terdiri dari organisasi masyarakat (Ormas) dan paguyuban untuk mengambil bagian aktif dalam menghadapi bencana Karhutla.
    Arahan tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., dalam kegiatan bersama jajaran Polda Kalteng dan Forum Kebangsaan “Huma Betang:, Sabtu (5/9/2026), di Palangka Raya.

    Kapolda menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani hanya oleh aparat pemerintah. Dibutuhkan kekuatan bersama, termasuk Ormas, paguyuban, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
    Pengalaman Panjang Menghadapi Karhutla
    Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa Kalteng memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana Karhutla dan kabut asap. Sejumlah kejadian besar pernah terjadi pada 2015, 2016, 2019 hingga 2023, yang memberikan pelajaran penting mengenai perlunya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor.
    Menurut Kapolda, situasi Karhutla saat ini juga tidak terlepas dari kondisi cuaca dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
    Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan telah dilakukan sejak awal tahun. BPBD bersama berbagai unsur terkait juga telah bekerja melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan.
    Selain pemadaman, strategi yang dilakukan mencakup patroli darat, patroli udara dan patroli perairan, termasuk penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pencegahan di tingkat masyarakat.
    Kapolda menyebutkan bahwa terdapat indikasi penurunan kejadian dibandingkan kondisi pada periode tertentu sebelumnya, namun kewaspadaan tidak boleh diturunkan.

    Siang Malam Padamkan Api

    Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja keras menangani Karhutla.

    Menurutnya, personel di lapangan telah bekerja siang dan malam untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

    Polda Kalteng bersama stakeholder terkait juga terus melakukan langkah pencegahan. Bahkan, terhadap pihak-pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran, aparat telah melakukan tindakan hukum.
    Kapolda menyampaikan bahwa sudah ada beberapa pihak yang berhasil diamankan terkait dugaan pelanggaran dalam Karhutla.

    Langkah tersebut menjadi pesan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penegakan hukum.

    Kapolda: Silakan Ormas Berpartisipasi

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolda membuka ruang seluas-luasnya bagi Ormas dan paguyuban untuk berpartisipasi dalam penanganan Karhutla.

    Forum Kebangsaan yang terdiri dari Ormas dan paguyuban dinilai
    memiliki kekuatan sosial yang besar karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    Kapolda juga menyampaikan adanya surat dari Dewan Adat Dayak (DAD) yang memberikan kewenangan kepada Kapolda untuk menggerakkan kekuatan Ormas Dayak dalam mendukung penanganan Karhutla.

    Kolaborasi tersebut dapat melibatkan unsur Brimob, Samapta dan seluruh bidang di lingkungan Polda Kalteng, sesuai kebutuhan dan tugas masing-masing.
    Artinya, penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tugas satu direktorat atau satu satuan kerja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat.

    Kondusivitas Kamtibmas tetap Menjadi Prioritas

    Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah kondisi Karhutla dan kabut asap.

    Polda Kalteng telah mendapatkan penghargaan dari Presiden sebagai bentuk apresiasi tertinggi saat HUT Bhayangkara. Penghargaan Nugraha Sakanti yaitu Penghargaan dari negara atas jasa, dedikasi, serta kontribusi nyata satuan kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

    Penghargaan tersebut, menurut Kapolda, harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk mempertahankan situasi Kalteng tetap aman dan kondusif.
    Karhutla, lanjutnya, tidak boleh menjadi persoalan yang justru memicu gangguan Kamtibmas.

    Karena itu, keterlibatan Ormas dan paguyuban diharapkan bukan hanya dalam aspek pemadaman, tetapi juga membantu edukasi masyarakat, pencegahan, penyebaran informasi yang benar serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

    Forum Kebangsaan Menjadi Kekuatan Sosial
    Kehadiran Ormas dan paguyuban dalam Forum Kebangsaan Huma Betang menjadi modal sosial yang penting bagi Kalteng.

    Dengan jaringan yang tersebar di tengah masyarakat, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi Karhutla sejak dini.

    Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat adat, Ormas dan paguyuban diharapkan mampu mempercepat respons ketika titik api ditemukan.

    Arahan Kapolda tersebut sekaligus menegaskan bahwa menghadapi Karhutla tidak cukup hanya dengan mengandalkan armada pemadam dan personel di lapangan.

    Kekuatan utama berada pada kemampuan semua elemen untuk bergerak bersama sebelum api membesar.

    Di tengah ancaman Karhutla dan kabut asap yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, pesan yang disampaikan Kapolda menjadi penting: pencegahan harus dilakukan bersama, pemadaman harus dilakukan bersama, dan menjaga Kamtibmas juga harus dilakukan bersama.
    Potret Indonesia Terkini.Id – Aktual, Terpercaya.

  • Personel Polda Kalteng Uji Coba Cairan Pemadam Shabodama Asal Jepang, Optimalkan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut

    Personel Polda Kalteng Uji Coba Cairan Pemadam Shabodama Asal Jepang, Optimalkan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut

    Palangka Raya – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah rawan gambut terus mengalirkan inovasi baru.

    Kali ini inovasi berupa hasil riset dan uji lapangan dari AKBP Dr. Edia Sutaata, S.H., M.H. personel Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait penggunaan cairan khusus pemadam api yang dikembangkan oleh perusahaan Shabodama Jepang.

    AKBP Dr. Edia Sutaata S.H., M.H. yang kesehariannya berdinas sebagai Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kalteng itu, melakukan riset dan uji lapangan cairan pemadam yang berasal dari Jepang dan terbukti efektif memadamkan api di lahan gambut. Pengujian ini dilakukan bersama CIMTROP Universitas Palangka Raya.

    Edia menyampaikan bahwa Inovasi ini terbukti sangat efektif untuk menjinakkan api, khususnya di medan berat seperti lahan gambut dan tanah mineral. Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng.

    “Berdasarkan uji coba lapangan dan riset akademik yang telah ditempuh sejak tahun 2019, cairan ini memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan metode konvensional,” kata AKBP Dr. Edia Sutaata S.H., M.H. bersama tim peneliti lingkungan saat melakukan peninjauan di lokasi lahan pasca-terbakar, Rabu (2/9/2026).

    Dirinya memaparkan bahwa Keunggulan dari formula ini adalah ramah lingkungan, cepat meresap, dan hemat air di musim kemarau.

    “Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di lahan gambut. 2.000 liter air bersih dicampur dengan 2 liter cairan Sabundama sudah mampu menghasilkan daya padam yang masif dan cepat,” beber Edia.

    Edia menambahakan bahwa penerapan cairan ramah lingkungan ini bukan hal baru. Sejak tahun 2015 hingga kini, riset dan implementasi lapangan telah masif dilakukan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Pulang Pisau pada saat AKBP Dr Edia menjabat Waka Polres Pulpis, Kota Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun.

    “Efektivitas metode ini bahkan telah dikirim dan diuji coba untuk penanggulangan karhutla di Provinsi Riau,” tutupnya.

  • Sigap, Personel Bidpropam Polda Kalteng Kembali Padamkan Karhutla di Yos Sudarso Ujung

    Sigap, Personel Bidpropam Polda Kalteng Kembali Padamkan Karhutla di Yos Sudarso Ujung

    Palangka Raya – Aksi Sigap dan Cepat ditunjukkan Tim 2 Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bidpropam Polda Kalimantan Tengah dalam menanggulangi kobaran api di kawasan Jalan Yos Sudarso Ujung No. 51, area Lingkar Luar, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026).

    Aksi pemadaman darurat berlangsung selama dua setengah jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB. dan dibawah komando Kabidpropam Polda Kalteng Kombes Pol. Rudi Asriman, S.I.K., M.Si. dengan melibatkan seluruh personel Tim 2 Bidpropam Polda Kalteng.

    Sesampainya di lokasi dengan titik koordinat petugas segera melakukan penyisiran dan melokalisir pergerakan api. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran merambat ke vegetasi lahan kering yang lebih luas di wilayah Kecamatan Jekan Raya.

    Berkat penanganan terpadu dan respons cepat di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan secara total. Proses pendinginan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi titik api susulan.

    “Seluruh rangkaian kegiatan pemadaman berjalan dengan aman, tertib, dan situasi di lokasi saat ini sudah terkendali,” ungkap Kabidpropam Polda Kalteng.

    Kombes Rudi menegaskan komitmennya untuk terus siaga dan bergerak cepat bersama Satgas Karhutla dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di Bumi Tambun Bungai. (humas)

  • Kasus Karhutla di Kalteng, Kapolda: 24 Orang Ditetapkan Tersangka

    Kasus Karhutla di Kalteng, Kapolda: 24 Orang Ditetapkan Tersangka

    Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmen dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan di Bumi Tambun Bungai.

    Hal tersebut disampaikan langsung, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. usai meninjau lokasi Karhutla di Desa Marang, Jl. Tjilik Riwut Km.23, Kota Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026).

    Kapolda mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 24 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Karhutla yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

    “Kemudian ada kurang lebih 65 lagi dalam proses penyelidikan. Mudah-mudahan kita bisa ungkap secepatnya,” ujar Kapolda.

    Untuk korporasi, Kapolda mengatakan bahwa saat ini terdapat 4 perusahaan yang masih dalam proses penyelidikan dan kita pastikan proses hukum dilakukan sesuai prosedur dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

    “Selain penegakan hukum, Polda Kalteng juga gencar melakukan upaya preventif. Sejak awal tahun, pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk penerbitan maklumat,” jelas Kapolda.

    Dalam upaya mitigasi, Irjen Iwan menyebut bahwa Mabes Polri juga menerjunkan para peserta didik untuk membantu mengedukasi masyarakat di lapangan. Ke depan, peserta didik Sespimti juga akan dilibatkan.

    “Yang terpenting, kami juga selain penegakan hukum, melakukan tetap upaya-upaya pembinaan masyarakat agar tidak ada lagi pembakaran,” pungkasnya.

  • Atasi Karhutla di Tjilik Riwut Km.21 hingga 23 Palangka Raya, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Optimalkan Sumur Bor Sepanjang 3 KM

    Atasi Karhutla di Tjilik Riwut Km.21 hingga 23 Palangka Raya, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Optimalkan Sumur Bor Sepanjang 3 KM

    Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Desa Marang, Jl. Tjilik Riwut Km 23, Kota Palangka Raya. Angin kencang menjadi penyebab api yang sebelumnya sudah dipadamkan kembali muncul.

    Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. saat meninjau lokasi bersama Gubernur H. Agustiar Sabran, Sabtu (5/9/2026) malam.

    “Malam hari ini Bapak Gubernur juga hadir. Kami sama-sama ada Satgas, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI, Polri semua, kita bersama-sama berupaya untuk mengatasi kebakaran ini,” ujar Kapolda.

    “Untuk mempercepat pemadaman, malam ini disepakati akan dioptimalkan pembuatan sumur-sumur bor sepanjang hampir 3 kilometer sebagai sumber air. Selain itu, jika visibility besok bagus, akan dilakukan water bombing dari udara,” beber Kapolda.

    Irjen Iwan menegaskan bahwa saat ini tim satgas Karhutla dari TNI-Polri bersama instansi terkait dan para relawan telah bekerja siang malam. Pantang mundur sebelum padam.

    “Untuk saat ini, luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 hektar. Sebagian besar sudah padam dan saat ini fokus pada proses pelokalan.

    “Harapannya pemadaman ini dapat mengantisipasi agar api tidak meluas sekaligus merembet ke kawasan Taman Nasional dengan membuat penyekatan dan blocking,” demikian Kapolda.

  • Semangat Tak Pernah Surut, Ditsamapta Polda Kalteng Berjibaku Padamkan Api

    Semangat Tak Pernah Surut, Ditsamapta Polda Kalteng Berjibaku Padamkan Api

    PALANGKA RAYA – Semangat personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak pernah surut. Di tengah kondisi penuh kabut dan medan yang cukup sulit, personel terus berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik yang mengalami kebakaran, Sabtu (5/9/2026).

    Upaya tersebut merupakan bentuk kesigapan jajaran Polda Kalteng dalam merespons setiap kejadian karhutla sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya. Dengan mengutamakan keselamatan, personel dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api hingga memastikan bara yang berada di dalam lahan benar-benar padam.

    Aksi di lapangan juga menjadi wujud nyata komitmen Ditsamapta Polda Kalteng dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga lingkungan dari dampak karhutla yang dapat menimbulkan kabut asap serta mengganggu aktivitas masyarakat.

    Dirsamapta Polda Kalteng Kombespol Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K., M.M., mewakili Kapolda Kalteng Irjenpol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa personel akan terus disiagakan untuk menangani setiap laporan maupun temuan titik api di wilayah hukum Polda Kalteng.

    “Selama masih ada titik api yang harus ditangani, kami akan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan. Yang paling utama adalah memastikan api tidak meluas dan tidak kembali menyala,” tegas Viddy.

    Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya berfokus pada pemadaman kobaran api, tetapi juga melakukan proses pendinginan atau cooling down. Penyiraman dilakukan secara intensif pada area yang telah terbakar terutama pada lahan gambut, guna mengantisipasi munculnya kembali bara api dari dalam tanah.

    Medan yang sulit serta kepulan asap yang cukup pekat tidak menyurutkan langkah petugas. Dengan perlengkapan pemadaman yang tersedia, personel bekerja secara bergantian dan tetap menjaga koordinasi agar proses penanganan berjalan efektif.

    Selain pemadaman, Ditsamapta Polda Kalteng juga terus meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di kawasan yang dinilai rawan terjadi karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” pungkasnya. (Pids/)

  • Polda Kalteng Perkuat Penyekatan Api untuk Cegah Karhutla Meluas

    Polda Kalteng Perkuat Penyekatan Api untuk Cegah Karhutla Meluas

    PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah bersama Satgas Karhutla memperkuat upaya penyekatan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jalan Tjilik Riwut KM 21 dan 23, Kota Palangka Raya, guna mencegah api meluas ke kawasan hutan.

    Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena kondisi angin kencang dapat mempercepat penyebaran api ke wilayah lain.

    “Kita mengantisipasi jangan sampai masuk ke Taman Nasional. Oleh sebab itu kita bekerja siang malam untuk memutus jangan sampai masuk ke Taman Nasional,” katanya, Sabtu (5/9/2026).

    Menurut Kapolda, lokasi kebakaran masih berada cukup jauh dari kawasan Taman Nasional, namun seluruh unsur yang terlibat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan arah api.

    Penyebaran kebakaran, kata dia, dapat dipengaruhi sejumlah faktor, terutama arah dan kecepatan angin yang dalam kondisi tertentu dapat mempercepat meluasnya api.

    “Masih cukup jauh, tapi kita tidak boleh meremehkan. Api ini bisa dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya angin. Kalau arah anginnya mengarah ke hutan, ini bisa makin mempercepat,” ujarnya.

    Selain pemadaman langsung, petugas juga melakukan penyekatan atau blocking pada sejumlah titik sebagai langkah untuk membatasi pergerakan api.

    “Kita buat penyekatan, membuat blocking-nya juga secara jauh dan itu merupakan upaya untuk mencegah api meluas,” kata Iwan.

  • Polsek Bulik Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla melalui Pelatihan Bersama PT KTA

    Polsek Bulik Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla melalui Pelatihan Bersama PT KTA

    Lamandau – Dalam rangka mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolsek Bulik AKP Karno, S.H. bersama personel Polsek Bulik melaksanakan pelatihan penanggulangan Karhutla di wilayah perkebunan PT Karya Teknik Agri (KTA), Sabtu (05/09/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh personel Polsek Bulik, Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT KTA serta unsur masyarakat. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan operasional, pemahaman prosedur mitigasi dini serta teknik pemadaman api di lapangan.

    Dalam arahannya, Kapolsek Bulik AKP Karno, S.H. menekankan pentingnya sinergitas antara kepolisian, pihak perusahaan dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.

    “Pelatihan ini bertujuan memastikan personel dan regu pemadam perusahaan memiliki kesiapan, baik dari sisi keterampilan, sarana prasarana maupun koordinasi saat menghadapi potensi titik api. Pencegahan dan penanganan secara cepat menjadi kunci agar Karhutla tidak meluas,” ujar Kapolsek Bulik.

    Materi pelatihan meliputi simulasi pengoperasian mesin dan peralatan pemadam kebakaran, teknik pemadaman di darat serta strategi pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. Personel Polsek Bulik juga memberikan sosialisasi mengenai sanksi hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran lahan secara ilegal.

    Pihak manajemen PT KTA menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Sinergi antara kepolisian, perusahaan dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi Karhutla, khususnya di wilayah operasional perusahaan dan desa-desa sekitarnya.

    Polsek Bulik berkomitmen terus meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan bersama seluruh pihak dalam upaya mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah hukum Polsek Bulik. (Hms)

  • Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau Cek Titik Hotspot di Desa Cuhai

    Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau Cek Titik Hotspot di Desa Cuhai

    Lamandau – Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau melaksanakan pengecekan titik hotspot yang terdeteksi oleh satelit NASA-SNPP di Desa Cuhai, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Jumat (04/09/2026).

    Kegiatan pengecekan dilaksanakan mulai pukul 13.30 WIB oleh Bripda Ferdi selaku Bhabinkamtibmas dengan mendatangi lokasi yang terdeteksi sebagai titik hotspot.

    Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, titik hotspot ditemukan dan diketahui sudah dalam kondisi padam. Pemilik lahan hingga saat ini belum diketahui.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, Bhabinkamtibmas menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju lokasi yang berjarak sekitar 50 kilometer dari wilayah Polsek Lamandau.

    Pengecekan titik hotspot tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan Karhutla, sekaligus memastikan setiap informasi titik panas yang terdeteksi satelit dapat diverifikasi secara langsung di lapangan.

    Kegiatan berakhir pada pukul 15.30 WIB. Polsek Lamandau terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api di lingkungan sekitar. (Hms)

  • Polsek Bulik Cek Kesiapan Peralatan Karhutla PT NAL

    Polsek Bulik Cek Kesiapan Peralatan Karhutla PT NAL

    Lamandau – Personel Polsek Bulik bersama pihak PT NAL melaksanakan pengecekan kesiapan peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Base Camp PT NAL, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Sabtu (05/09/2026).

    Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 10.30 WIB tersebut dihadiri Kapolsek Bulik, Kanit Propam Polsek Bulik, Bhabinkamtibmas Desa Beruta Aipda S. Haryono, serta perwakilan PT NAL yang terdiri dari CSR, KTU, pengamanan perusahaan dan security.

    Pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman Karhutla milik PT NAL apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wilayah perusahaan maupun sekitarnya.

    Berdasarkan hasil pengecekan, peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki PT NAL masih dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pihak manajemen PT NAL juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengecekan yang dilaksanakan oleh Polsek Bulik.

    Kapolsek Bulik AKP Karno, S.H. menyampaikan bahwa kesiapan peralatan dan personel merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Koordinasi antara kepolisian dan pihak perusahaan diharapkan dapat terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Bulik bersama pihak perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Bulik. (Hms)