Penutupan Grebeg Suro Lamandau 2026, Ngaji Bareng Jadi Momentum Merawat Nilai Budaya dan Spiritual

Ditulis oleh

di

Lamandau – Rangkaian Grebeg Suro Lamandau 2026 resmi ditutup dengan kegiatan Ngaji Bareng yang berlangsung di Bundaran Rusa, Kabupaten Lamandau, pada Sabtu malam (11/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, silaturahmi, sekaligus penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual yang diwariskan oleh para leluhur.

Acara dihadiri oleh Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, S.E., M.M., Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lamandau Riko Purwanto, Kasikum Polres Lamandau AKP Ida Bagus Artawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, perwakilan Kesultanan Kutaringin, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala OPD terkait, peserta sanggar tari, serta sekitar 150 masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Dayak yang menggambarkan kekayaan budaya lokal, dilanjutkan dengan Ngaji Bareng sebagai ruang refleksi spiritual dan pelestarian nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Suasana semakin khidmat dengan penampilan lagu Tanah Airku, Sebelum Cahaya, serta pertunjukan Menyalakan 10.000 Puisi yang dipadukan dengan latar bertema syukur.

Dalam sambutannya, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar agenda tahunan ataupun hiburan semata, melainkan menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat jati diri masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Lamandau.

Kegiatan penutupan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan antusiasme masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat mencerminkan kuatnya semangat persatuan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat silaturahmi di tengah keberagaman.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat melestarikan budaya, memperkuat nilai spiritual, serta menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Lamandau terus tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang. (Hms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *